Keluarga Bahagia

 

Mazmur 128:1-6

Mazmur 128 ini menekankan hidup yang "takut akan Tuhan" sebagai dasar berkat dalam keluarga. Ziarah berarti “merefleksikan kembali”. Mazmur ini bagian dari nyanyian ziarah ketika umat Tuhan akan pergi ke Bait Allah. Orang Israel yang berumur di atas 12 tahun harus pergi ke Yerusalem dan di tengah-tengah perjalanan, mereka menaikkan nyanyian-nyanyian. Ini adalah satu kerinduan mereka, yaitu setiap keluarga yang pergi menyembah ke Yerusalem untuk mendapatkan berkat bagi rumah tangga agar berbahagia (1, 2, 5).

Pengertian takut akan Tuhan adalah yang hidupnya seturut jalan yang ditunjukkan-Nya. FirmanTuhan didengar dan dilakukan dengan benar, Takut akan Tuhan adalah orang yang hidupnya menyembah kepada Tuhan, orang yang setiap saat berusaha agar hidup yang dijalani ini menyenangkan hati Tuhan.

Berkat kebahagiaan disebutkan sampai tiga kali. Berbahagia atau blessed (bahasa Inggris) diterjemahkan dari kata Ibrani "Ezer" diberkati secara fisik maupun rohani. Kalau kita hidup dalam jalan Tuhan maka kita akan berbahagia, dapat menikmati apa yang Tuhan beri.

Pertama, kita akan berbahagia dalam menikmati hasil jerih lelah pekerjaan kita. Tuhan memberkati orang yang bekerja sehingga ia dapat menikmati hasil keringatnya itu dengan penuh sukacita. Mereka penuh syukur atas apa yang boleh mereka nikmati. Harta benda yang diperoleh dengan hasil kerja sendiri akan memberikan kebahagiaan buat keluarga, sebab diperolehnya dengan kejujuran dan kerja keras.

Berkat kedua, istrinya akan menjadi pohon anggur yang subur di dalam rumahnya. Petani di Israel biasanya menanam pohon anggur karena air buah anggur merupakan minuman yang menyegarkan. Anggur yang menyegarkan dan menggembirakan hati itu dipelihara dengan baik sehinga menjadi pohon anggur yang subur dan menghasilkan buah yang lebat. Demikian jugalah seorang istri yang takut akan Tuhan ia akan seperti pohon anggur yang memberikan kesegaran dan kegembiraan. Istri akan seperti pohon anggur yang rimbun di rumahmu, berarti ia akan menghasilkan buah-buah , mendukung dan mengatur rumah tangga, ikut menolong suami agar keadaan keluarga teratur.  Buahnya adalah damai sejahtera. isteri menjadi pohon angggur yang subur, ia tidak sekedar berbuah lebat, tetapi keluarganya pasti tidak akan kekurangan ‘anggur’ (sukacita dan damai sejatera yang melimpah senantiasa). Semakin lama usia pernikahan mereka, semakin mereka menikmati kebahagian dalam rumah tangga.

Berkat ketiga, kalau di tengah keluarga itu hadir anak-anak maka anak-anak itu akan seperti pohon zaitun di sekeliling meja. Mereka diumpamakan seperti tunas pohon zaitun. Warna daunnya hijau tapi berbeda dengan hijau biasa. Sangat menyegarkan mata. Ini  menggambarkan anak-anak yang bertumbuh baik, segar, dan disukai oleh orang lain. Minyak pohon zaitun sangat harum yang membuat wajah berseri-seri. Juga dari tunas pohon zaitun itu akan menghasilkan buah yang lebat. Disini pemazmur menggambarkan anak-anak yang tahu menghormati, mengasihi  orangtuanya maka masa depan anak sangat berbahagia. Anak-anak seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu  dalam arti bahwa seperti layaknya keluarga yang merasakan kebersamaan ketika makan bersama. Komunikasi terjalin, ada keterbukaan sehingga mereka akan menjadi pohon zaitun yang berguna di masa depannya. Pohon zaitun adalah pohon yang kuat dan tidak mudah roboh. Anak-anak akan kuat dan kokoh dalam iman karena telah melihat teladan yang baik dari kedua orangtuanya dalam melakukan firman Tuhan. Dengan demikian mereka tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai penyesatan di zaman ini.

Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, ( ay. 5) Kenapa kebahagiaan Yerusalem? Karena di Yerusalem ada Bait Allah, artinya kebahagiaan atas kehadiran Tuhan. Baik keadaanmu dan melihat anak-anak dari anak-anakmu (ay. 2b; 6) "Melihat anak-anak dari anak-anakmu" artinya diberikan panjang umur. Saya mewawancarai orang yang punya cucu, bagaimana perasaannya. Mereka semua katakan begitu senang mempunyai cucu. Kalau kita takut akan Tuhan, maka kita akan diberikan umur yang panjang.

Sikap hidup yang takut akan Tuhan ini harus dimulai dari masing-masing pribadi anggota keluarga, sehingga keluarganya bahagia. Seorang suami sebagai kepala keluarga mengambil peran pemimpin rohani bagi keluarganya. Ia memiliki kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, sehingga dapat mengarahkan keluarganya kepada jalan-Nya, dan memenuhi tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga. Ia memiliki istri dan keturunan yang membahagiakan keluarganya. Istrinya akan menjadi seorang wanita yang menyenangkan hati suami dan anak-anaknya, sehingga suasana rumah bahagia dan nyaman. Demikian pula dengan anak-anaknya, kelak akan menjadi pewaris keluarga yang berguna. Berkat bagi mereka yang takut akan Tuhan bukan hanya dirasakan dalam lingkup rumah tangga, tetapi juga dalam masyarakat dan bangsa. Keluarga yang takut akan Tuhan merupakan pilar-pilar pembentuk bangsa yang kokoh (ay.5) dan membawa kesejahteraan bagi generasi berikutnya (ay.6).

 

KELUARGA BAHAGIA

Mazmur 128:1-6

 

Mazmur 128 ini menekankan hidup yang "takut akan Tuhan" sebagai dasar berkat dalam keluarga. Ziarah berarti “merefleksikan kembali”. Mazmur ini bagian dari nyanyian ziarah ketika umat Tuhan akan pergi ke Bait Allah. Orang Israel yang berumur di atas 12 tahun harus pergi ke Yerusalem dan di tengah-tengah perjalanan, mereka menaikkan nyanyian-nyanyian. Ini adalah satu kerinduan mereka, yaitu setiap keluarga yang pergi menyembah ke Yerusalem untuk mendapatkan berkat bagi rumah tangga agar berbahagia (1, 2, 5).

 

Pengertian takut akan Tuhan adalah yang hidupnya seturut jalan yang ditunjukkan-Nya. FirmanTuhan didengar dan dilakukan dengan benar, Takut akan Tuhan adalah orang yang hidupnya menyembah kepada Tuhan, orang yang setiap saat berusaha agar hidup yang dijalani ini menyenangkan hati Tuhan.

 

Berkat kebahagiaan disebutkan sampai tiga kali. Berbahagia atau blessed (bahasa Inggris) diterjemahkan dari kata Ibrani "Ezer" diberkati secara fisik maupun rohani. Kalau kita hidup dalam jalan Tuhan maka kita akan berbahagia, dapat menikmati apa yang Tuhan beri.

 

Pertama, kita akan berbahagia dalam menikmati hasil jerih lelah pekerjaan kita. Tuhan memberkati orang yang bekerja sehingga ia dapat menikmati hasil keringatnya itu dengan penuh sukacita. Mereka penuh syukur atas apa yang boleh mereka nikmati. Harta benda yang diperoleh dengan hasil kerja sendiri akan memberikan kebahagiaan buat keluarga, sebab diperolehnya dengan kejujuran dan kerja keras.

 

Berkat kedua, istrinya akan menjadi pohon anggur yang subur di dalam rumahnya. Petani di Israel biasanya menanam pohon anggur karena air buah anggur merupakan minuman yang menyegarkan. Anggur yang menyegarkan dan menggembirakan hati itu dipelihara dengan baik sehinga menjadi pohon anggur yang subur dan menghasilkan buah yang lebat. Demikian jugalah seorang istri yang takut akan Tuhan ia akan seperti pohon anggur yang memberikan kesegaran dan kegembiraan. Istri akan seperti pohon anggur yang rimbun di rumahmu, berarti ia akan menghasilkan buah-buah , mendukung dan mengatur rumah tangga, ikut menolong suami agar keadaan keluarga teratur.  Buahnya adalah damai sejahtera. isteri menjadi pohon angggur yang subur, ia tidak sekedar berbuah lebat, tetapi keluarganya pasti tidak akan kekurangan ‘anggur’ (sukacita dan damai sejatera yang melimpah senantiasa). Semakin lama usia pernikahan mereka, semakin mereka menikmati kebahagian dalam rumah tangga.

 

Berkat ketiga, kalau di tengah keluarga itu hadir anak-anak maka anak-anak itu akan seperti pohon zaitun di sekeliling meja. Mereka diumpamakan seperti tunas pohon zaitun. Warna daunnya hijau tapi berbeda dengan hijau biasa. Sangat menyegarkan mata. Ini  menggambarkan anak-anak yang bertumbuh baik, segar, dan disukai oleh orang lain. Minyak pohon zaitun sangat harum yang membuat wajah berseri-seri. Juga dari tunas pohon zaitun itu akan menghasilkan buah yang lebat. Disini pemazmur menggambarkan anak-anak yang tahu menghormati, mengasihi  orangtuanya maka masa depan anak sangat berbahagia. Anak-anak seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu  dalam arti bahwa seperti layaknya keluarga yang merasakan kebersamaan ketika makan bersama. Komunikasi terjalin, ada keterbukaan sehingga mereka akan menjadi pohon zaitun yang berguna di masa depannya. Pohon zaitun adalah pohon yang kuat dan tidak mudah roboh. Anak-anak akan kuat dan kokoh dalam iman karena telah melihat teladan yang baik dari kedua orangtuanya dalam melakukan firman Tuhan. Dengan demikian mereka tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai penyesatan di zaman ini.

Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, ( ay. 5) Kenapa kebahagiaan Yerusalem? Karena di Yerusalem ada Bait Allah, artinya kebahagiaan atas kehadiran Tuhan. Baik keadaanmu dan melihat anak-anak dari anak-anakmu (ay. 2b; 6) "Melihat anak-anak dari anak-anakmu" artinya diberikan panjang umur. Saya mewawancarai orang yang punya cucu, bagaimana perasaannya. Mereka semua katakan begitu senang mempunyai cucu. Kalau kita takut akan Tuhan, maka kita akan diberikan umur yang panjang.

 

Sikap hidup yang takut akan Tuhan ini harus dimulai dari masing-masing pribadi anggota keluarga, sehingga keluarganya bahagia. Seorang suami sebagai kepala keluarga mengambil peran pemimpin rohani bagi keluarganya. Ia memiliki kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, sehingga dapat mengarahkan keluarganya kepada jalan-Nya, dan memenuhi tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga. Ia memiliki istri dan keturunan yang membahagiakan keluarganya. Istrinya akan menjadi seorang wanita yang menyenangkan hati suami dan anak-anaknya, sehingga suasana rumah bahagia dan nyaman. Demikian pula dengan anak-anaknya, kelak akan menjadi pewaris keluarga yang berguna. Berkat bagi mereka yang takut akan Tuhan bukan hanya dirasakan dalam lingkup rumah tangga, tetapi juga dalam masyarakat dan bangsa. Keluarga yang takut akan Tuhan merupakan pilar-pilar pembentuk bangsa yang kokoh (ay.5) dan membawa kesejahteraan bagi generasi berikutnya (ay.6).