SMA Methodist

SMA Methodist lahir pada tahu 1990, dimana hanya berjumlah 11 siswa dan pada tahun 1992/1993, SMA Methodist berhasil meluluskan siswa dari Jurusan IPA dan 14 siswa dari jurusan IPS. Atas penyertaan Tuhan, berselang 21 tahun, SMA Methodist kini memiliki siswa 289 siswa yang dididik dari 9 kelas yang ada.

SMA Methodist berada dalam 5 besar dari sekitar 95 sekolah di Jakarta Utara dan peringkat 70 dari 460 sekolah yang ada di DKI Jakarta. SMA Methodist juga mengucap syukur pada Yesus Kristus, dimana SMA Methodist mendapat pengakuan dari Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) untuk menjadi SMA MODEL, dimana SMA Methodist merpakan satu-satunya sekolah swasta dari 4 sekolah yang dipilih SMA Model di DKI Jakarta. Dari SMA Model ini, SMA Methodist yang berakreditasi A ini mengemban tugas untuk mementor sekolah-sekolah lain sehingga pencapaian Standar Nasional Pendidikan dapat terwujud, sebagaimana diatur dan diarahkan oleh Presiden RI supaya sekolah memiliki pendidikan berkarakter dan mempunyai keunggulan local.

SMA Methodist meiliki keunggulan dalam Bahasa Mandarin, dimana SMA Methodist berhasil meraih juara II dalam lomba bahasa mandarin tingkat internasional, yang bertempat di China. Hal ini merupakan suatun terobosan dan suatu prestasi yang gemilang, dimana dalam Chinese Bridge Competition tersebut yang diikuti oleh seluruh Negara, SMA Methodist yang juga mewakili Bangsa Indonesia dapat memenangkan kejuaraan tersebut.

SMA Methodist juga terus meningkatkan sarana prasarana yang ada, sehingga proses belajar mengajar, guru dapat berkreasi dan membuat pelajaran lebih menarik, serta siswa dapat mengerti pelajaran yang diberikan. Selain itu, kegiatan penunjang seperti ekstrakurikuler juga terus diperbanyak, sehingga siswa mampu mengembangkan ketrampilan mereka, seperti biola, keyboard, gitar, drum, paduan suara, computer, lukis, bahasa korea, English club, mathematic club, mekatronika, bulu tangkis, futsal, basket, dan fotografi.

Dalam hal kerohanian siswa, SMA Methodist terus bekerja sama dengan PRMI (Persekutuan Remaja Methodist Indonesia) Jemaat Imanuel untuk melaksanakan Methodist Student Camp, dimana setiap siswa kelas X mengikuti retreat untuk mengenal dan lebih dekat dengan Yesus Kristus, renungan setiap pagi, serta kebaktian setiap minggunya, sehingga siswa-siswi dapat serupa Kristus.

SMA Methodist juga terus mengasah kemampuan siswa agar siswa/siswi mempunyai minat untuk melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri seperti UI, UGM, Unpar dan lain sebagainya, ataupun dapat melanjutkan kuliah di universitas-universitas swasta yang baik.

Saat yang bersamaan juga, SMA Methodist sedang membangun jaringan dengan setiap alumni untuk dapat kembali menjadi bagian dari Sekolah Methodist, entan mereka sebagai guru, atau kakak senior yang membimbing adik-adik kelasnya melalui pembelajaran Character Building, maupun menjadi media untuk dunia karier bagi adik-adik kelasnya. Ikatan alumni tersebut dinamakan IAM, yaitu Ikatan Alumni Methodist.