TK Methodist

Masa kanak kanak merupakan “Golden Age” di mana terjadi perkembangan pesat pada otak dan karakter. Oleh sebab itulah, TK Methodist yang beridi sejak tahun 1977 ( jumlah siswa 22 orang) dengan jumlah murid saat itu sebanyaj 167 orang dari 6 kelas, mengimplementasikan kurikulum nasional berbasis karakter yang meliputi aspek Moral, Agama, Sosial Emosional dan Kemandirian, Bahasa, Kognitif, serta Fisik Motorik. Dimana system pembelajaran disetiap kelasnya menggunakan metode area. Dengan harapan dapat memunculkan dan mengembangkan bakat serta kecerdasan masing-masing anak sejak dini.

Sebagai Sekolah yang berbasis agam Kristen, Tk Methodist sangat memperhatikan kerohanian setiap anak. Hal ini didukung diadakannya Happy Day’s yang bekerja sama dengan Sekolah Minggu GMI Imanuel, Ibadah dan renungan bagi anak-anak setiap hari di kelas masing-masing bahkan setiap hari dalam kebaktian Guru & Staff TK ada waktu khusus untuk mendoakan setiap anak dengan kondisinya masing-masing.

TK Methodist juga memiliki komitmen yang tinggi dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidiknya. Setiap tahun selalu diadakan pembinaan bagi Guru dan Staff seperti pembinaan yang telah dilakukan yaitu pemahaman pola pembelajaran siswa dari MIMI INSTITUTE dan pengenalan tipe kepribadian yang dikenal dengan MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). Dan saat ini setiap Guru dan Staff mengikuti pelatihan Pendidikan Anak Usia Dini setiap hari sabtu di Universitas Negri Jakarta dan setiap hari kamis Guru-guru dibekali latihan gitar.

Dari segi sarana prasarana Sekolah Methodist terus berusaha melengkapi diri, yaitu dengan adanya LCD projector dan CCTV di setiap kelas serta tempat bermain outdoor yang agar dapat menunjang proses pembelajaran bagi anak-anak dengan konsep belajar melalui bermain.

TK Methodist sebagai lembaga pendidikan Kristen dapat terus memberikan warna dan kontribusi yang membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan khususnya di Jakarta Utara. Dan terlebih lagi setiap komponen yang berperan penting dalam proses pendidikan yaitu Guru dan Orangtua demi terwujudnya generasi masa depan yang dapat menjadi harapan serta kebanggaan Orangtua, Sekolah dan bangsa Indonesia. Seperti yang tertulis di Alkitab dalam Amsal 22 : 6 “Didiklah orang muda pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu”.